Hai. hmm this is my very first post so how about a background?
Sebenarnya pada saat membuat blog -- atau social media apapun itu -- pertanyaan pertama adalah, mengapa saya membuatnya? apasih tujuan saya? Itu yang selalu diajarkan guru saya saat membuat suatu proyek sekolah. Semua pasti ada tujuan, walaupun tujuannya gak penting sekalipun.
Kali ini tujuan saya membuat blog berbeda. jujur, saya lagi merasa sangat terinspirasi saat ini untuk mencurahkan pemikiran-pemikiran yang tersusun lebat berantakan dalam otak saya. Saya pun tahu, saya harus segera menulis. Sayang kan, jika dibiarkan, otak pun juga dapat merasa lelah untuk terus mengingatnya, lalu terbuang bersama kenangan-kenangan lama lain dan hilang begitu saja.
Jadi sebenarnya.. beberapa hari yang lalu saya menonton sebuah film. Sangat inspiring kalau bisa dibilang. Bukan, gak cuman inspiring, tapi.. merubah diri saya, pemikiran saya, bagian hidup saya berubah. Perspektif saya terhadap cinta dan kehidupan lah yang paling berubah, membuat segalanya seakan lebih hidup. Klise? ya mungkin, sedikit. Tapi saya gak tahu pemikiran klise tentang kehidupan dan cinta di mata orang-orang tuh sebenarnya apa. Jadi, menurut saya pemikiran saya ini unik. Karena cuman saya yang tahu, masih menjadi rahasia yang tertutup rapih. Nanti-nanti aja ya saya ceritanya, hehe.
Saya ingin memperkenalkan pemikiran saya yang baru ini, berhubungan dengan film-film atau buku-buku yang pernah atau akan saya baca. Saya tidak mempunyai maksud untuk merubah pemikiran seseorang, hanya, saya ingin at least pemikiran saya ini tertata dan teringat. Juga, saya terinspirasi untuk menulis. Karena saya menyadari, dengan menulis saya sebenarnya perlahan-lahan belajar atas pemikiran dan logika saya sendiri. Coba deh. Ya mungkin itu saya aja sih.. tapi saya saranin, tulislah selalu, ekspresikan, apa yang sedang kamu pikirkan. Sebenarnya, saya gak tahu bakal ada yang baca blog super ekspresif ini apa nggak, sih. cuman... saya mempunyai habit untuk share aja, gitu, hehehehe.
Ada satu cerita, fakta sih tentang diri saya. Dulu, saya sangat suka menulis. Tetapi, dengan bahasa inggris. Saya berpikir bahwa dengan bahasa inggris, semuanya tampak jauh lebih cool dan enak didengar. Tapi semenjak menonton film-film Indonesia yang akhir-akhir ini menjadi hobi saya, saya menyadari. Bahasa Indonesia lah, yang membuat karya tulisan saya, jauh lebih hidup.
Saya belum menemukan jati diri saya. Saya masih kecil sih, 17 tahun saja masih harus menunggu 2 bulan lagi. Masih SMA dan wajar jika saya masih merasa kosong. Tetapi, sewaktu-waktu saya merasa bosan. Melihat teman-teman saya yang sudah berani mempunyai passion seperti menari, bermain musik, bernyanyi, berkehidupan diplomatis... Saya makin merasa kosong. Tetapi.. baru kali ini, saya merasa menemukan jawaban dari film yang saya tonton ini, bahwa menulis adalah jawabannya. Ya, belom fix sih, tapi aku mau mencoba.
Pendahuluanku ini yang terlalu bacot ya? Ya, gapapa ya. Toh saya yang merasa puas. Saya ingin belajar lebih jauh tentang sastra Indonesia, dengan menulis..
Sebenarnya, pingin lanjut cerita tentang pemikiranku terhadap film Indonesia tahun 2002 yang baru saya re-watch. Tapi besok aja deh, udah jam 3 pagi, capek juga. Bye!
-F